Pages

Subscribe:

Jumat, 02 Mei 2014

Tugas 2


Pemeriksaan Urine

Urinalisis adalah tes yang dilakukan pada sampel urin pasien untuk tujuan diagnosis infeksi saluran kemih, batu ginjal, skrining dan evaluasi berbagai jenis penyakit ginjal, memantau perkembangan penyakit seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi (hipertensi), dan skrining terhadap status kesehatan umum.
Urin merupakan hasil metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui ginjal. Dari 1200 ml darah yang melalui glomeruli per menit akan terbentuk filtrat 120 ml per menit. Filtrat tersebut akan mengalami reabsorpsi, difusi dan ekskresi oleh tubuli ginjal yang akhirnya terbentuk satu mili liter urin per menit. (R. Wirawan, S. Immanuel, R. Dharma, 2008).
Secara umum dapat dikatakan bahwa pemeriksaan urin selain untuk mengetahui kelainan ginjal dan salurannya juga bertujuan untuk mengetahui kelainan-kelainan diberbagai organ tubuh seperti hati, saluran empedu, pankreas, korteks adrenal, uterus dan lain-lain. Selama ini dikenal pemeriksaan urin rutin dan lengkap. 

Yang dimaksud dengan pemeriksaan urin rutin adalah pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan kimia urin yang meliputi pemeriksaan protein dan glukosa.
Sedangkan yang dimaksud dengan pemeriksaan urin lengkap adalah pemeriksaan urin rutin yang dilengkapi dengan pemeriksaan benda keton, bilirubin, urobilinogen, darah samar dan nitrit. Pemeriksaan makroskopik meliputi pemeriksaan volume, warna, kejernihan, berat jenis, bau dan pH urin.
Bau urin normal disebabkan oleh asam organik yang mudah menguap. Bau yang berlainan dapat disebabkan oleh makanan seperti jengkol, pate, obat-obatan seperti mentol, bau buah-buahan seperti pada ketonuria. Bau amoniak disebabkan perombakan ureum oleh bakteri dan biasanya terjadi pada urin yang dibiarkan tanpa pengawet. Adanya urin yang berbau busuk dari semula dapat berasal dari perombakan protein dalam saluran kemih. Pemeriksaan mikroskopik yaitu pemeriksaan sedimen urin. Sedangkan pemeriksaan kimia urine meliputi pemeriksaan pH, protein, glukosa, keton, bilirubin, darah, urobilinogen dan nitrit.
digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-15973-Chapter1-367022.pdf


PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS URIN
Tujuan : untuk mengetahui atau melihat pH, warna, kekeruhan, Bj, bau dan busa
Cara Kerja :
Pemeriksaan Ph pada Urine
  • masukkan urine ke dalam becker glass 250 cc
  • Ambil kertas ph strip, kemudian celupkan ke dalam urine kurang lebih 30 detik
  • Tiriskan kertas ph strip pada dinding becker glass
  • Baca hasil bandingkan perubahan warna yang terjadi pada standart pH strip
Pemeriksaan warna Urine
  • Siapkan tabung reaksi yang bersih, kering dan jernih
  • Isi sampel kedalam tabung 2/3 bagian, Amati urine tersebut dengan cahaya terang latar belakang putih pada sikap serong 
  • baca warna dari kuning muda sampai kuning tua
Pemeriksaan kejernihan
  • Masukkan sampel urine kedalam tabung reaksi yang bersih kering dan jernih
  • Isi sampel kedalam tabung 2/3 bagian, Amati urine tersebut dengan cahaya pantul tanpa  latar belakang pada sikap serong 
  • amati hasil : jernih, agak keruh, keruh, sangat keruh
Pemeriksaan BJ
  • Baca dan catat suhu tera yang tercantum pada alat urinometer, kemudian baca suhu kamar 
  • tuang urine ke gelas ukur 50 cc, Masukan urinometer kedlm gelas ukur, putar usahakan bebas terapung 
  • baca berat jenis setinggi miniskus bawah

Pemeriksaan bau urine

  • Kibas-kibas kan telapak tangan diatas tabung reaksi wadah yang berisi sampel urine sampai tercium bau dari urine tersebut 
  • catat hasilnya : menyengat / tidak : bau khas, bau makanan, bau obat, dll

Pemeriksaan busa
Untuk mengetahui adanya protein dan biliribin dalam urine

  • Masukkan 5 ml urine dalam tabung reaksi kemudian sumbat mulut tabung dengan penyumbat 
  • kocok kuat kuat, tunggu 5 menit, baca hasil

Selasa, 08 April 2014

Hb Sahli ( tugas 3 )


PEMERIKSAAN HB SAHLI
  • ·         Tujuan : untuk mengetahui kadar hemoglobin seseorang dalam g/Dl
  • ·         Prinsip : Hb oleh HCl 0.1 N akan diubah menjadi hematin asam warna yang terjadi dibandingkan dengan standart warna yang ada secara visual
  • ·         Caka kerja :
1. Masukkan HCl 0.1 N ke tabung pengencer sebanyak 5 tetes
2. Ambil darah kapiler, hapus darah yang pertama kali keluar dengan kapas kering
3. Hisap darah dengan piper Hb sampai tanda 20 cmm
4. Hapus darah yang melekat pada dinding luar pipet dengan kapas kering
5. Alirkan darah dari pipet ke tabung pengencer, jalankan stopwatch, hati – hati jangansampai terjadi gelembung udara
6. Bilas pipet dengan menghisap 2 – 3x HCl 0,1 N untuk membersihkan darah yang masih berada di dalam pipet
7. Aduk campuran tersebut dengan batang pengaduk, tambahkan aquadest tetes demi tetes sambil di aduk sampai warnanya sama dengan warna pada batang standart. Dalam menyamakan warna tidak boleh lebih dari 5 menit
8. Bacalah kadar hemoglobin setinggi miniskus bawah dalam g/dl
  • ·         Harga Normal :       - Laki – laki : 14 – 18 g/dl
           - Perempuan : 12- 16 g/dl
           - Anak – anak : 10 – 16 g/dl
           - Bayi baru lahir : 12 – 24 g/dl

Diskusi :
# Cara sahli bukan merupakan cara yang teliti karena
-          Acid hematin bukan larutan sejati
-          Alat ini tidak bias distandarkan
-          Tidak semua Hb dapat diubah menjadi acid hematin
-          Kolori meter visual bukan merupakan cara yang teliti
# Guna pemeriksaan Hb sahli :
-          Untuk mengetahui adanya perdarahan tersembunyi
-          Untuk persiapan operasi
-          Untuk mengetahui sebab – sebab penyakit
-          Untuk mengetahui index eritrosit
# Syarat penilaian Hb sahli :
-          Darah senantiasa tercampur rata
-          Skala menghadap ke depan
-          Standart tidak memucat
-          Setinggi miniskus bawah
      # Kadar Hb tinggi, pada orang dataran tinggi karena makin tinggisuatu tempat , kadar o2 yang diangkut dalam jaringan menurun sehingga mempengaruhi sumsum tulang untuk memproduksi erytrosit, karena jumlah erytrosit meningkat maka kadar Hb tinggi
      # Kadar Hb rendah, pada keadaan
-              - cyanosis, karena pada daerah permukaan memucat sehingga erytrosit sedikit padahal Hb terkandung dalam erytrosit
-              - syndrome nefrotik, karena ginjal tidak membentuk eritrosit
-               - gagal ginjal, karena ginjal rusak dan tidak dapat membentuk hormone erytropoetin yang merupakan hormn pembentuk eritrosit, karena itu berkurang maka pemeriksaan Hb menjadi rendah